Dimensi & proses perencanaan manajemen strategis


Manajemen strategi mempunyai beberapa dimensi atau bersifat multidimensional. Dimensi dimaksud adalah :
1. Dimensi waktu dan orientasi masa depan
Manajemen strategi dalam mempertahankan dan mengembangkan eksistensisuatu organisasi berpandangan jauh ke masa depan, dan berperilakuproaktif dan antisipatif terhadap kondisi masa depan yang diprediksiakan dihadapi. Antisipasi masa depan tersebut dirumuskan dan ditetapkansebagai visi organisasi yang akan diwujudkan 10 tahun atau lebih masadepan. Visi dapat diartikan sebagai “ kondisi ideal yang ingin dicapaidalam eksistensi organisasi dimasa depan”.
Sehubungan dengan hal di atas Lonnie Helgerson yang dikutip Salusumenyatakan bahwa “ Visi adalah gambaran kondisi masa depan dari suatuorganisasi yang belum tampak sekarang tetapi merupakan konsepsi yangdapat dibaca oleh setiap orang (anggota organisasi). Visi memilikikekuatan yang mampu mengundang, memanggil, dan menyerukan pada setiaporang untuk memasuki masa depan. Visi organisasi harus dirumuskan olehmanajemen puncak (pucuk pimpinan) organisasi”.
2. Dimensi Internal dan Eksternal
Dimensi internal adalah kondisi organisasi non profit pada saatsekarang, berupa kekuatan, kelemahan, peluang dan hambatan yang harusdiketahui secara tepat untuk merumuskan renstra yang berjangka panjang.
Analisis terhadap lingkungan eksternal terdiri dari lingkunganoperasional, lingkungan nasional dan lingkungan global (internasional),yang mencakup berbagai aspek atau kondisi, seperti kondisi sosialpolitik, sosial ekonomi, sosial budaya, kependudukan, kemajuan danperkembangan ilmu dan teknologi, adat istiadat, agama dan lain-lain.
3. Dimensi Pendayagunaan Sumber-Sumber
Manajemen strategik sebagai kegiatan manajemen tidak dapat melepaskandiri dari kemampuan mendayagunakan berbagai sumber daya yang dimiliki,agar secara terintegrasi terimplementasikan dalam fungsi-fungsimanajemen ke arah tercapainya sasaran yang ditetapkan di dalam setiaprencana operasional, dalam rangka mencapai tujuan strategik melaluipelaksanaan misi untuk mewujudkan visi organisasi publik. Sumber dayaterdiri dari sumber daya material khusunya berupa sarana dan prasarana,sumber daya finansial dalam bentuk alokasi dana untuk setiap programdan proyek, sumber daya manusia, sumber daya teknologi dan sumber dayainformasi.
4. Dimensi Keikutsertaan Manajemen Puncak
Manajemen strategik yang dimulai dengan menyusun rencana strategikmerupakan pengendalian masa depan organisasi, agar eksistensi sesuaidengan visinya dapat diwujudkan, baik pada organisasi yang bersifatprivat maupun publik.
Rencana strategik harus mampu mengakomodasi seluruh aspek kehidupanorganisasi yang berpengaruh pada eksistensinya dimasa depan merupakanwewenang dan tanggungjawab manajemen puncak. Oleh karena itu rencanastrategik sebagai keputusan utama yang yang prinsipil itu tidak sajaditetapkan dengan mengikutsertakan, tetapi harus dilakukan secaraproaktif oleh manajemen puncak, karena seluruh kegiatan untukmerealisasikannya merupakan tanggungjawabnya sebagai pimpinantertinggi, meskipun kegiatannya dilimpahkan pada organisasi atau satuanunit kerja yang relevan.
5. Dimensi Multi Bidang
Manajemen strategik sebagai sistem pengimplementasiannya harus didasaridengan menempatkan organisasi satu sistem. Dengan demikian berartisebuah organisasi akan dapat menyusun rencana strategis dan rencanarenovasi jika tidak memiliki keterikatan atau ketergantungan sebagaibawahan pada organisasi lain sebagai atasan.

Proses perencanaan strategi produk meliputi beberap langkah, yaitu:
1. Analisis Situasi
Analisis situasi dilakukan terhadap lingkungan internal maupun
eksternal. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan antara lain apakah
perusahaan dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh
lingkungan eksternalnya melalui sumber daya yang dimiliki,
seberapa besar permintaan terhadap produk tertentu, dan
seberapa besar kemampuan perusahaan untuk memenuhi
permintaan tersebut.
2. Penentuan Tujuan Produk
Selain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, produk yang
dihasilkan perusahaan dimaksudkan pula untuk memenuhi atau
mencapai tujuan perusahaan. Dengan demikian, perlu
dipertimbangkan apakah produk yang dihasilkan dapat
memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan perusahaan.
3. Penentuan Sasaran Pasar
Perusahaan dapat berusaha melayani pasar secara keseluruhan
ataupun melakukan segmentasi. Denga demikian alternatif yang
dapat dipilih adalah produk standar, customized product, maupun
produk standar dengan modifikasi.
4. Penentuan Anggaran
Anggaran bisa bermanfaat sebagai alat perencanaan, koordinasi
sekaligus sebagai pengendalian.
5. Penetapan Strategi Produk
Dalam tahap ini, alternatif-alternatif strategi produk dianalisis dan
dinilai keunggulan dan kelemahannya, kemudian dipilih yang paling
baik dan layak untuk kemudian diterapkan.
6. Evaluasi Pelaksanaan Strategi
Langkah yang terakhir adalah evaluasi atau penilaian terhadap
pelaksanaan rencana yang telah disusun.

Your new page4 website